Sekolah Seni Budaya ” Cara Warga Duarato Menjaga dan Mempertahankan Tradisi Leluhur”

Proses pemintalan kapas menjadi benang

img_0585 img_0631Duarato.desa.id// Berangkat dari rasa kepedulian akan semakin hilangnya nilai-nilai dan tradisi Budaya maka warga desa Duarato diprakarsai oleh Pemerintah Desa dan Sanggar Seni Budaya Duarato menggelar Sekolah Seni Budaya. Sekolah ini bertujuan  megajarkan Generasi Muda agar memiliki Keterampilan Menenun, Tari-tarian adat, Kerajinan Menyulam serta Keterampilan lain yakni Seni Rupa berupa Patung, Likurai serta peralatan Menenun di Sekolah ini Juga mengajarkan  Seni Tutur Budaya.

Sekolah yang berlangsung setiap hari minggu ini menurut Kepala Desa Duarato Gregorius Mau Bere Digagas dengan alasan Semakin  sedikit kaum muda yang bisa menenun, terutama kaum muda sekarang sudah tidak bisa lagi membuat tenun ikat tradisional yang terbuat dari bahan alam yakni Kapas, serta dengan teknik celup ikat. Harga tenun ikat tradisional asli di pasaran bisa mencapai Rp.2.000.000,-. Kalau ini terus di dorong maka akan berdampak pada kesejahteraan warga. Ketua Sanggar Seni Budaya  Duarato  Christina Bia Bele Juga menegaskan Tradisi budaya hanya akan tetap bertahan kalau diajarkan dan terus dilatih. Sudah menjadi tanggung jawab Orang tua agar rela membagi Ilmunya untuk kaum muda sehingga Tradisi kita bisa tetap bertahan di tengah gencarnya arus modernisasi.

Sekolah Seni Budaya ini terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Jadi  bagi yang berminat silahkan datang ke Ksadan Tae Bere Duarato. Kelas dibuka setiap Hari Minggu.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan