KEGIATAN SENIMAN MENGAJAR DIAKHIRI DENGAN FESTIVAL SENI BUDAYA KAMPUNG

duarato.desa.id : Selasa 30 Mei 2017, Pelaksanaan Kegiatan Seniman Mengajar yang Dilaksanakan oleh direktorat Kesenian -Direktorat Jenderal Kebudayaan – KEMDIKBUD RI di Desa Duarato yang berlangsung sejak tanggal 12 Mei lalu berakhir pada tanggal 31 Mei. Kegiatan yang Berlangsung Lebih dari dua minggu ini menyita perhatian warga baik warga Desa Duarato sendiri maupun desa tetangga lainnya. Betapa tidak Kegiatan ini tidak tanggung – tanggung melibatkan 186 Peserta di Lima Bidang Seni. Dalam Kegiatan ini Para peserta Dilatih oleh 5 orang seniman yang ditutus oleh KEMDIKBUD untuk mengasah keterampila Seni masing-masing. Lima Seniman yang menjadi Pengajar / pendamping ini Berasal dari berbagai Daerah di Indonesia diantaranya Dedy Satya Amijaya Seniman Tari Asal Ponorogo Jawa Timur, Ibed Surgana Yuga Seniman Teater Asal Jembrana Bali, Ardy Firyasah Seniman Musik Asal Jakarta, Syaiful Ardianto Seniman Rupa Asal Jakarta, dan Satu Orang Perwakilan NTT yakni Herminus Marianus Luan, Seniman  Media Baru / Video dari Belu NTT. Dalam Proses pelatihan para Peserta yang berasal dari beberapa Desa ini terlihat sangat Antusias mengikuti proses pelatihan.

Meskipun terpusat di Desa Duarato kegiatan ini melibatkan peserta dari beberapa desa tetangga yakni Desa Lutharato, Desa Loonuna, Desa Ekin dan Desa Nualain,Kecamatan Lamaknen Selatan, Serta Desa Fulur, Desa Kewar, Desa Dirun, Desa Lewalu Kecamatan Lamaknen Juga Dari Desa Tohe Leten Kecamatan Raihat. Para Peserta ini datang secara sukarela dan Bahkan Uniknya Kepala Desa Lutharato Menyiapkan Kendaraan Khusus untuk Mengantar Jemput peserta yang berasal dari Desanya selama Dua Minggu, Sungguh Antusiasme yang luar Biasa. Tidak Hanya itu Kepala SMP Katolik St. Yosef Weluli juga mengutus Guru dan 21 Orang Siswanya Untuk mengikuti Kegiatan ini.

Dedy Satya Amijaya Seniman Tari kepada Pewarta duarato.desa.id menyampaikan bahwa ia dan teman-teman tidak menyangka kalau antusiasme warga di Duarato sangat tinggi, Awalnya kita hanya mendapat data peserta dari Kementerian Cuman tujuh puluhan  Orang , tapi begitu sampai disini pesertanya membludak bukan hanya orang dewasa bahkan siswa SD dan SMP pun ikut terlibat, ini sesuatu yang sangat positif untuk kemajuan Seni Budaya Duarato, terangnya, Selama Berada di Duarato Ia dan teman-temannya juga dibuat terharu dengan keramahan warga serta rasa Toleransi yang sangat tinggi  di Desa Terpencil di Beranda Republik  ini. Saya Di kampung saya tidak pernah menyembelih seekor Ayampun, tapi sampai disini Saya di minta untuk Nyembelih Kambing dan Sapi oleh warga Duarato karena mereka tau kalau Hewan yang akan Dimakan kalau ada orang muslim harus disembelih dengan Doa oleh orang Muslim, Ini sebuah pengalaman yang tidak akan saya lupakan, Di sini Di  batas Negeri ini ternyata toleransinya masih sangat kuat, terimakasih untuk Semuanya.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 12 Mei ini akhirnya Ditutup dengan Sebuah festival Seni Budaya Kampung bertempat di Kampung Adat Duarato yang Bertema Gali-Temukan dan Kembalikan. Kegiatan Festival ini memang bukan Merupakan bagian dari program Seniman Mengajar namun kegiatan Festival ini adalah Inisiatif dari Para Seniman dan Pemerintah Desa Duarato serta Pelaksana Lokal yakni Perwakilan dari Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan ( BP2DK).  Kegiatan Festival ini menampilkan Tarian dari Beberapa Sanggar Seni baik Pelajar maupun orang Dewasa, Serta Sebuah Penampilan Spesial Solo Dance oleh maestro tari Dedy Satya Amijaya saat Kelompok Orang Tua Dewasa Menampilkan sebuah tari Tradisi Gubul Hiliq. Sontak kehadiran Dedy Membuat Semua Penonton Terpukau, Sebuah tarian yang penuh penghayatan, ini Sudah Seperti Berdoa kata Beberpa orang penonton, Penampilan Tarian ini mengundang Banyak tepuk tangan serta tidak Sedikit penonton yang berlinang air matanya, Sebuah pertunjukan yang belum pernah terjadi. Belum sampai disitu Penonton kembali dibuat terpukau dan Terharu dengan Penampilan teater Besutan Ibed Surgana Yuga yang menampilkan Lakon yang diangkat dari Cerita Lokal, Cerita yang dipilih menjadi Latar Belakang Penampilan ini Mengisahkan tentang pertikaian Antara Dua saudara yang berebut Lahan Perburuan. akhirnya terjadi perang saudara dan Jatuh banyak Korban. Dalam akhir dari Lakon ini Para Saudara yang saling berperang Ini Akhirnya Berdamai. Kuat Prihatin Kasubdit Program, Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Kesenian Kemdikbud yang juga turut menyaksikan festival ini mengemukakan Bahwa Lakon yang diceritakan dalam Pertunjukan Kelompok Seni Teater ini Sangat relevan dengan Kondisi Negara akhir-akhir ini.

Tidak Mau Ketinggalan Kelompok Seni Musik Besutan Ardy Firyasah Juga Memukau Penonton, Membawakan Sebuah Pertunjukan Vokal diringi  Kolaborasi alat Musik Modern dan Alat Musik Tradisi Teberai, dalam  Pertunjukan yang mengusung Tema Nayian dari Batas Negeri ini Peserta Menyanyikan Lagu dari Lagu Lokal bunaq Lolan Gol, Lagu Daerah Belu Oras Loron Malirin, Lagu Daerah NTT Bolelebo, Bae Sonde Bae dan Klimaks dari Pertunnjukan kelompok Vokal Dewasa adalah Lagu Bangun Pemuda, Riuh Tepuk tangan dan teriakan Penonton Mengiringi kelompok musik saat bernyanyi. Pertunjukan Kelompok Seni Musik diakhiri Dengan Pertunjukan Musikalisasi Puisi diringi Petikan Piano Oleh Sang Maestro Ardy, Puisi Duarato Desaku Goresan kepala Desa Duarato Gregorius Mau Bere, yang dibacakan Dalam Bahasa Bunaq  oleh Carol Mau Bere dan dalam Bahasa Indonesia Cendry Bau diiringi lagu Desaku, Serta Lagu Oras Loron Malirin Kelompok anak-anak.

Sementara Kelompok Seni rupa Menampilkan karya Seni Ukiran Tradisi Bunak yang biasanya di lakukan di dinding rumah Adat diaplikasikan dalam Lukisan cat di Kantor Desa Duarato serta karya Lukisan dan Kolase dari Siswa SD dan SMP. Kegiatan festival Berlanjut dengan Acara Makan Siang bersama, Semua berbaur dalam Kegembiraan.

Kegiatan Festival ini juga dihadiri Oleh Kasubdit Program, Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Kesenian- Kemdikbud Kuat Pirhatin bersama Staf Tri Sakti, Kasubdit Pembinaan Tenaga Kesenian Direktorat Kesenian- Kemdikbud Ibu Susiyanti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau,SH, Kabid Kebudayaan Pius Fahik, Dirut TV Belu Hironimus Mau Luma,MM , Camat Lamaknen Philpus Mau Leto,A.Md,  Camat Lamaknen Selatan Yohanis Yustinus Loko Bau,SE,Sekcam Lamaknen Selatan Marius D.Mau Bele,SE,  serta ratusan Warga Duarato dan Sekitarnya.

Acara festival Seni Budaya Kampung Berlanjut pada Malam harinya di Kantor Desa Duarato.  Kelompok Seni Media Besutan Herminus Menampilkan  3 Video Dokumenter Budaya  Sebelum ceremonial penutupan, Penampilan Kelompok seni Media ini juga cukup memukau penonton yang hadir di Kantor Desa Duarato.

Festival Seni Budaya Kampung ini merupakan Hasil Kerjasama dari Seniman perwakilan Program Seniman Mengajar, Pemerintah Desa Duarato dan Pandu Prakarsa Desa, Selain Merupakan Presentasi Hasil Pembelajaran Selama Dua minggu berlangsung kegiatan ini juga merupakan Sebuah gerakaan Inisiatif dari Warga Desa dan Pemerintah dalam rangka tetap menjaga dan Melestarikan Kesenian Lokal daerah yang Sudah tergerus Kemajuan zaman. Semua  Pihak Punya Kepedulian dan semua bekerja sama untuk tetap menjaga dan melestarikan Tardisi Seni yang sudah diwariskan oleh Leluhur, agar tetap kuat menjadi Identitas Lokal serta menjadi pilar Ketahanan Bangsa dari Pengaruh Globalisasi.

Kegiatan Seniman Mengajar ini Akhirnya ditutup Secara resmi Oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Belu. dalam Sambutannya Kadis Meyampaikan terimakasih Kepada kemdikbud RI yang telah Memilih Kabupaten Belu Sebagai tempat Berlangsungnya Program Seniman Mengajar Gelombang Pertama ini. Kadis Juga Berpesan Bagi Para Peserta Agar Dapat menularkan Ilmu yang telah diperoleh kepada warga Lainnya, Ilmu yang sudah Dapat dalam Kegiatan ini  jangan disimpan tapi dibagikan, karna kalau Ilmu itu Disimpan sendiri tidak akan Berkembang. Ingat Sertifikat Boleh Simpan Tapi Ilmu itu di bagikan. Tegas Kadis.

Terimakasih Kemdikbud Terimakasih Para Seniman terimakasih Banyak, Salam Hormat Kami dari Bukit Taebere Holsaq.

Foto dan Liputan : Suri Lebo Eduardus : Duarato.desa.id

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan