ETIKA PERKAWINAN ADAT ” MENJAGA KODRAT KEMANUSIAAN SUAMI ISTRI”

duarato.desa.id: Sabtu 29 Juli 2017,Setelah Sehari sebelumnya menggelar Palatihan Kepala Desa dan Perangkat Desa  Pemerintah Desa dan Pemangku Adat Desa Duarato Mengadakan sosialisasi Etika Perkawinan Adat bagi para pemangku adat Desa Duarato yang terdiri dari Para Ketua Suku,  Tetua Adat , Para Kepala Dusun dan Ibu-ibu dan Kepala Keluarga.   Kegiatan yang merupakan bagian dari Agenda Tahunan Pemerintah Desa Duarato ini merupakan Bagian dari Kegiatan Fasilitasi Kegiatan Lembaga Adat yang dicanangkan dalam APBDeS. Berlangsung di Kantor Desa Duarato  Kegiatan ini dihadiri oleh 38 PesertaPerwakilan Masyarakat Adat Desa Duarato.

Menjadi Narasumber Utama dari Kegiatan ini adalah Ama Nai Duarato Bapak Yosef Mau Leon. Dalam paparannya Menyampaikan bahwa  dalam tradisi perkawinan suku bunaq sebuah perkawinan yang ideal harus melalui tahapan tahapan diantaranya, perkenalan, pacaran, perkenalan keluarga, peminangan dan sampai pada tahap pernikahan. Dan secara adat kebiasaan orang bunaq Seorang Pria yang hendak menikah sudah harus mapan/ sudah harus bisa bertani atau keterampilan lainnya, begitu juga seorang perempuan harus memiliki keterampilan rumah tangga/ menenun, memasak, mencuci dan keterampilan lainnya. Seiring perkembangan zaman Tradisi luhur perkawinan adat ini sudah mulai mengalami pergeseran nilai sehingga tradisi-tradisi perkawinan adat sudah ditinggalkan, ini merupakan tanggung jawab kita sebagai warga kesatuan adat untuk mengembalikan keluhuran tradisi budaya kita. Selain itu yang juga menjadi perhatian kita adalah Bahwa pada saat ini dalam penetapan belis / mas kawin sudah tidak melihat lagi struktur adat, biasanya dalam menentukan jumlah Mas kawin harus berdasarkan struktur adat, tapi dalam kenyataan sekarang ada Juga Suku rakyat      ( Reu Renu ) Mas kawinnya Melebihi Suku Raja ( Reu Rato ), ini sudah melanggar etika Struktur Adat, Tegas Yosef.

Sementara itu Kepala Desa Duarato Kepada Pewarta desa menyampaikan Tema etika Perkawinan adat ini dipilih menjadi agenda yang perlu dibahas dalam fasilitasi Tahun ini karena Perkawinan pada hakekatnya adalah ibadah, dan harus sesuai tahapan-tahapan yang bermartabat karena dalam tahapan -tahapan ini tidak lain adalah merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap kesucian kaum perempuan yang menurut kepercayaan orang bunaq merupakan jelmaan dari Bulan yang ingin berkembang biak di bumi. Generasi Muda Kita terutama para pelajar harus diberi pemahaman dan terus dibimbing tentang pentingnya Menjaga tradisi Budaya kita dan menjaga Kehormatan diri sebagai Manusia, Tema ini di pilih Karena pada saat ini Perkawinan Bahkan sudah menjadi aib, karena perkawinan sekarang kebanyakan terjadi karena terlanjur, tahapan-tahapan sudah tidak dilaksanakan jalan pintas yang biasa dipakai dan ini sangat merusak citra dan martabat sebuah perkawinan sebagai ibadah, kita semua harus mengembalikan tradisi luhur perkawinan kita ini agar martabat kemanusiaan Suami istri tetap suci dan tejaga. Tegas Gregorius.

Sementara Camat Lamaknen Philipus Mau Leto,A.Md yang juga Menjadi Narasumber Dalam Sosilaisasi ini menghimbau kepada Para Pemangku adat dan Pemerintah agar Bersinergi dan bekerja sama dalam menjaga dan tetap mempertahankan tradisi Budaya yang Luhur ini,Camat Juga Menghimbau kepada Para orang tua yang agar selalu memberikan pendidikan tentang etika budaya kepada anak-anak dalam keluarga,serta Selalu mejaga dan Mempertahanan tradisi Budaya yang sudah diwariskan turun temurun oleh para leluhur kita agar tetap lestari karena setiap tradisi yang diwariskan mengandung nilai sakral dan pesan moral yang sangat bernilai.Bagi Pasangan Suami istri Camat berpesan agar selalu membangun komunikasi yang baik dalam keluarga serta menjadi jembatan bagi dua keluarga besar agar persaudaraan dan kekeluargaan kedua keluarga yang telah terjalin melalui perkawinan mereka tetap terjaga.

Foto & Liputan : Suri Lebo Eduardus

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.