PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

duarato.desa.id pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada masyarakat desa Duarato  yang diselenggarakan  oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  senin, 04 Desember – rabu 06 Desember 2017 berlangsung di kantor desa duarato.

Kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari kaum perempuan. sebelum melakukan praktek pengolahn hasil – hasil pertanian tersebut para peserta diberikan materi terlebih dahulu. peserta juga diberikan modul oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Dalam kegiatan ini terdapat 11 materi yang dibawakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kegiatan pelatihan ini di danai menggunakan dana Desa sebanyak Rp.25.000.000.

(pisang salah satu hasil pertanian yang akan di olah menjadi kripik)

Kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian ini di lakukan karena kabupaten belu terkhusus masyarakat desa Duarato memiliki potensi yang sangat besar, terutama di bidang pertanian. Potensi yang sangat menonjol antara lain : ubi kayu, kacang tanah, labu lilin, sayur dan pisang. selain dapat meningkatkan nilai tambah pada komoditi pertanian, melalui penerapan teknologi tepat guna akan dapat menumbuhkan usaha – usaha skala mikro/rumah tangga, sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Komoditi pertanian yang menjadi fokus dalam kegiatan pelatihan pengolahan pangan di desa Duarato yaitu : Pisang, Labu lilin, sayur putih, kacang hijau dan kacang tanah. Pengolahan hasil pertanian yang dilatih kepada masyarakat desa Duarato adalah : pembuatan biskuit dengan kacang tanah, pembuatan biskuit ubi kayu, pembuatan kripik pisang rasa asin, manis, pembuatan stik labu lilin, pembuatan stik sayur putih, pembuatan peyek kacang tanah, peyek kacang hijau dan pembuatan kacang sembunyi.

Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga masyarakat dapat mengolah komoditi pertanian menjadi suatu produk olahan pangan yang bernilai ekonomi sehingga dapat memberikan nilai tambah, baik bagi komoditi pertanian maupun masyarakat sebagai pelaku usaha.

Gregorius Mau Bere kepala desa Duarato berharap setelah para peserta mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat meneruskan dan mengembangkan pengolahan hasil pertanian ini, dan para peserta juga diharapkan agar lebih kreatif dalam mengolah hasil – hasil pertanian lainnya. foto dan liputan By Bere-dion

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan