TNI satgas pamtas Ikut serta menjaga keasrian kampung Adat Nualain

TNI satgas pamtas Ikut serta menjaga keasrian kampung Adat Nualain

Kampung Adat Nualain merupakan salah  satu dari sejumlah kampung tua di Belu. Posisinya sekitar 80 kilometer arah selatan Atambua (kota Kabupaten Belu), Nusa Tenggara Timur Di .Bepergian dari Atambua hingga puncak bukit Nualain melintasi jalannya masih berupa jalan yang diperkeras berbatuan dan tanah.kampung adat Nualain terlak di Desa Nuailan kecamatan lakmanen selatan kabupaten Belu.

Seperti kampung tua lainnya,Kampung adat  Nualain tumbuh di antara bongkahan batu di puncak bukit. Sekitar tujuh rumah berarsitektur unik dan beratap ilalang kondisinya masih asli.Di puncak kampung tumbuh kokoh, anggun, dan terjaga pohon berusia tua bernama pur atau sebangsa beringin. Di sekitarnya tetap bertahan setidaknya tiga mazbah dari susunan batu berusia sangat tua sebagai tempat sesajen bagi leluhur. Bagi mereka yang memiliki kepekaan tajam, berada di tempat itu pasti merasakan aura magis atau suluk dari mazbah yang dipadukan keteduhan dan keanggunan pur tersebut.

TNI satgas pamtas Ikut serta menjaga keasrian kampung Adat Nualain

Untuk mempertahankan  keasrian kampung adat Nuailain. Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh Pos Lakmaras bersama masyakat Nuailain serta mengajak Intansi pemerintah salah satunya kelurahan Desa Nualain untuk menjaga dan  merawat kampung adat Nualain agar terjaga keasrianya

Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh Kopda Agung Dan 3 anggota dari Pos Lakmaras melaksanakan Kegiatan Teritorial menjaga dan merawat tempat pariwisata unggulan di kab. Belu salah satunya kampung adat Nualain,untuk menjaga dan merawat kampunga adat Nualain tidak hanya satu pihak saja tapi semua pihak entah dari intansi pemerintah dan masyarakat harus mempunyai kesadaran untuk menjaga keasrian kampung adat Nualain.Ujar Kopda Agung

Anggota Satgas Pamtas bersama Seketaris  Desa Nualain Bapak Krispi M Taek(55 Thn) dan bersama masyarakat kampung adat Nualain merapikan taman dan menanam pohon pohon disekitar kampung adat serta memperbaiki bangunan yang sudah termakan usia.tak hanya itu anggota satgas pamtas juga membantu kegiatan masyarakat Nualain salah satunya menumbuk Padi dan belajar menenun agar bisa membantu masyarakat Nualain.

Bapak Yoseph Mau (57) selaku yang tertua di kampung adat mengisahkan, Nualain adalah bekas istana Kerajaan Nualain. Raja terakhir, Melkhior Asa Tuan, yang meninggal dalam usia 66 tahun pada 31 Desember 1997, jenazahnya dimakamkan di atas gundukan batu di depan rumah raja. ”Dia raja terakhir yang sangat dihormati dan disegani di Lamaknen, bahkan di Belu,” kenang Mau dan Nualain, yang kini menjadi situs budaya Belu, aslinya didukung 32 rumah tapi medapat musibah kebakaran pada tahun 2008 dan sekarang tinggal 7 rumah. Kami masyarakat sangat berterimakasih kepada Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh yang telah memperhatikan tempat wisata kampung Adat Nualain.

Lettu Inf Doni Hidayat selaku  Danpos Lakmaras potensi pariwisata yang dikabupaten Belu perluh mendapat perhatian yang serius dan digali serta dikembangkan agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengelola pariwisata tersesebut salah satunya mengajak masyarakat kampung adat Nuailain merawat kampung adat Nuailain dengan menanami pohon dan merapikan tanaman agar keasrianya kampung adat nualain terjaga dan Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh  akan membantu memperkenalkan dan membantu merawat keasrian klampung adat Nualain Sehingga dapat menarik pengunjung atau wisatawan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan