TNI belajar menenun bersama masyarakat perbatasan

TNI belajar menenun bersama masyarakat perbatasan
TNI belajar menenun bersama masyarakat perbatasan

Kebudayaan bangsa indonesia sangat banyak dan beraneka ragam,salah satu budaya warisan yang perlu di lestarikan adalah tenun.tenun pun di berbagai daerah juga berbeda seperti tenun khas timor,tenun khas nya berupa kain dan juga selendang yang di sebut dengan tais.tenun ini di lakukan secara manual sehingga corak dan motif khas daerah selalu terjaga.sebagai anggota tni yang sedang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL,tepat nya di kab belu banyak terdapat sentra-sentra tenun khas daerah belu.TNI dari satuan YONIF RAIDER 408/SBH pos delomil yang sedang bertugas di sana mencoba untuk belajar sekaligus memberikan pemahaman kepada warga masyarakat dusun builalu desa lamaksenulu kec lamaknen kab belu NTT,bahwa tenun tais merupakan warisan leluhur dan kebanggan bangsa indonesia,jadi bukan saja warga masyarakat yang menjaga,tetapi tni pun berhak dan ikut serta menjaga nilai-nilai history tenun tais ini.

Anggota tni dari yonif raider 408/sbh pos delomil juga belajar tenun dari ibu EDA,ibu eda pun tidak pelit untuk mengajari anggota tni.menurut ibu eda yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga,beliau juga di sela-sela waktu senggang selalu membuat tenun tais.kata ibu eda biasa nya banyak pesanan yang di terima beliau,sehubungan dengan bulan juni ini banyak kegiatan adat yang membutuhkan kain tais.bahkan beberapa anggota tni pun memesan selendang untuk di jadikan kenang-kenangan.ini menunjukan bahwa tni selalu konsisten menjaga budaya bangsa,di samping itu juga tni berusaha agar tenun tais ini bisa menghasilkan rupiah,sehingga kedepan sentra tenun tais bisa menjadi buah tangan apa bila ada yang berkunjung ke belu.
“mama sangat berterima kasih kepada bapak-bapak tni,yang mau belajar mengenal budaya kami di belu ini.bapak-bapak tni juga banyak yang pesan sama mama buat oleh-oleh nanti”.ungkap ibu eda.
tenun tais ini hanya bisa di jumpai di daratan timor barat dan sekitar nya khusus nya wilayah prov NTT.tni juga berupaya memberikan arahan agar jangan sampai putus pada generasi tua,tetapi generasi muda yang hidup di zaman milenial seperti ini harus tahu dan wajib menjaga aset bangsa dan budaya daerah,khusus nya putra-putri NTT.
danpos delomol Lettu Inf Dwi Sulistyo.N.mengatakan bahwa tni di mana pun bertugas selalu menjaga dan menghargai budaya lokal,bahkan tni pun berusaha belajar budaya di mana tni bertugas.
“tni selalu konsisten,di mana kita bertugas pasti adat dan budaya lokal akan kita junjung tinggi,sehingga warga pun percaya bahwa tni selalu menjaga nilai luhur budaya bangsa sekali pun kita berada dalam budaya yang berbeda”.tutur danpos.
karena dengan budaya kita bisa mengarjalan kepada genersi kita bagai mana menjadi manusia yang beradab sesuai dengan budaya ke timuran.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan