6 Tahun Pimpin Duarato Ini yang ditorehkan Gregorius Mau Bere

Kepala Desa Duarato periode 2013 – 2019 Gregorius Mau Bere

duarato.desa.id : Masa kepemimpinan Kepala duarato periode 2013 – 2019 Gregorius Mau Bere berakhir pada tanggal 10 Juni 2019. Ditemui di ruang kerjanya Gregorius nampak mengosongkan ruangannya yang akan ditinggalkan. Goris sapaan akrabnya terpilih melalui PILKADES tanggal 16 mei 2013 ini dan dilantik oleh bupati belu pada tanggal 10 juni 2013. Setelah melakukan serah terima jabatan dengan kepala desa periode sebelumnya Marselus Koli Mela, Gregorius memegang kendali kepemimpinan duarato semenjak 13 juni 2013.
Setelah resmi menjabat Goris segera memulai dengan gebrakan sesuai dengan Visi Misi yang di dengungkan saat kampanye. Adapun visi yang diusung oleh Goris adalah “ Membangun Desa Duarato dengan hati, menuju masyarakat damai sejahtera dalam bingkai agama, budaya, profesionalisme, dan manajemen pemerintahan yang bersih dan transparan”. Kepada pewarta desa Goris menjabarkan Visinya kata demi kata
Damai ( Hidup tanpa konflik, tanpa diskriminasi, hidup penuh persahabatan ) , Sejahtera ( Merasa lega atas hidup berkecukupan dari hasil keringat sendiri, hasil kerja keras, ikhlas, dan cerdas membangun diri ), dalam bingkai agama dan budaya ( diperkuat,dipermudah,dihimpun dan dicerahi ajaran agama katholik dan Budaya leluhur, tatanan sosial sesuai struktur adat dengan ritual ritual yang tetap dan bernilai ), Profesional ( Bekerja sungguh sungguh sesuai jenis mata pencaharian.Manajemen pemerintahan yang bersih da transparan ( Tidak korup, cukup hidup dari hak yang dilegalkan oleh aturan yang berlaku , bersedia dikritik dan saran yang konstruktif , pengelolaan keuangan desa yang transparan serta meberikan peran kepada perangkat sesuai tupoksi sehingga dapat mengembangkan diri.
Menurut beberapa warga desa duarato Goris memang dikenal sebagai seorang kepala desa yang memiliki komitmen yang kuat atas apa yang dikatakannya. Bukan Cuma isapan jempol Goris dikenal memiliki prinsip serta jujur, maklum pengalamannya sebagi sekretaris paroki santo gerardus nualain selama bertahun tahun membentuk karakter disiplin serta jujur serta karakter dan prinsipnya yang kuat.
Ditanya mengenai capaiannya selama memimpin goris membeberkan hasil capaiannya sesuai misinya yakni ; pertama Mengembangkan ketahanan pangan, ekonomi dan air bersih, dari misinya ini Desa Duarato sejak 2013 – 2015 telah menerapkan sistem pertanian lahan berkelanjutan, menggandeng PPSE dan PPL Pertanian duarato menjadi desa contoh pengembangan lahan tetap dan menjadi tempat study banding bagi beberpa desa di kabupaten belu. Dalam kepemimpinannya juga warga melakukan pengembangan tanaman ekonomi produktif yakni kopi dan kemiri sejak 2014 dan 2017 yang dibiayai dari dana desa. Namun pada tahun 2016 terjadi fenomena alam yang melanda hampir seluruh wilayah lamaknen yang berdampak gagal panen. Sementara di sektor ekonomi pemerintah desa mendirikan Badan Usaha milik Desa dengan penyertaan modal sebesar Rp. 100.000.000,- , penguatan kelompok pembuat tempe, jamu instan dan kelompok tenun ikat. Duarato dikenal sebagai desa yang sangat sulit untuk mendapatkan air bersih, untuk mengatasi itu pemerintah desa mengantisipasi dengan mengadakan viber tank sebanyak 100 buah kapasitas 2800 liter pada tahun 2017, pembangunan 4 unit embung dan pembangunan fasilitas air bersih kerjasama melalui program Pamsimas dimana desa menagnggarkan Rp. 270.000.000,- dana desa 2018, dan sekarang warga sudah dapat menikmati air bersih tanpa harus berjalan jauh dan mengantri berhari hari saat musim kemarau.
Kedua ; Mengembangkan kelestarian lingkungan hidup, infrastruktur dan prasarana wilayah.
Beberapa capaian dari misi kedua ini adalah, penghijauan di belakang kantor desa duarato seluas 1 hektar, dan sebanyak 2 hektar di lokasi Lolo, menggandeng Bank NTT dan melakukan pemeliharaan dan penjagaan sehingga tanaman sudah tumbuh dan mulai terlihat menghijau. Duarato memang dikenal dengan daerah gersang, kering serta rawan longsor antisipasi yang harus dilakukan adalah dengan melakukan penghijauan serta perawatan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur pun cukup signifikan terlihat, dari mulai pembangunan kantor desa yang dilakukan dengan swadaya, sebelumnya duarato belum memiliki kantor desa yang representatif karena meminjam gedung milik Dinas Pertambangan dan Energi, dan sekarang kantor desa sudah dipakai. Selain itu pembangunan jalan desa sepanjang 1.050 meter, yang mempermudah akses warga ke kebun, pembangunan rabat jalan 400 meter melalui dana PNPM, 4 unit embung desa, dan bantuan fasilitas internet desa dari Badan Aksesibiltas telekomunikasi dan informatika BAKTI Kementerian Kominfo RI 2016.
Ketiga ; mewujudkan masyarakat yang berbudaya, beriman dan perduli pendidikan anak.
Capaian dari misinya yang ketiga yakni setiap tahun selalu dilaksanakan fasilitasi dan pembinaan lembaga adat, pembangunan 4 unit rumah adat bantuan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdibud RI 2018, Program Seniman Mengajar Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan Festival budaya Fohorai 2018 kerjasama Paltform Indonesiana Direktorat Jenderal Kebudayaan 2018, pemugaran Ksadan Oko lolo yang merupakan ciri dan identitas budaya kenaian duarato, penguatan kelompok wisata budaya POKDARWIS , dan melakukan promosi budaya lewat website desa dan sosial media oleh tim pengelola media desa, sehingga banyak wisatawan yang akhirnya memilih duarato sebagai salah satu destinasi. Sementara untuk pendidikan anak, melalui program PNPM GSC diberikan beasiswa untuk siswa SMP, serta fasilitasi PAUD Sinar Harapan duarato yang berdiri sejak tahun 2013 dan kemudia diaktifkan lagi pada tahun 2015 serta pemerintah desa selalu menganggarkan biaya untuk penyelenggaraan PAUD, sementara untuk pendidikan tingkat lanjut di dalam desa di canangkan arisan keluarga bagi orang tua yang mempunyai anak usia sekolah sehingga mebantu meringankan beban orang tua dengan cari ini. Pada tahun 2019 juga diresmikan Kapela ( Rumah Ibadah Katolik St. Paulus Duarato, sumbangan dari anak seorang tokoh besar Kabupaten Belu dari Duarato PJ Serantes yakni Fransiskus Purwoto dan Ida Serantes.
Lebih lanjut Goris menegaskan bahwa hasil tersebut bisa dicapai karena kekuatan dari warga desa duarato yang dikenal sangat kompak, mempunyai rasa memiliki dan persaudaraan yang sangat kuat, serta metode pendekatan yang dilakukan oleh goris selama memimpin yakni sebuah slogan “ Kita sedarah “ . Warga duarato adalah satu darah berdasarkan riwayat leluhur mereka adalah satu keturunan, dan hal ini yang membuat dirinya bangga serta berkesan selama memimpin duarato.
Warga duarato sangat kompak, dan kekeluargaannya sangat kuat sehingga duarato bisa menghasilkan prestasi di beberapa kegiatan, ini bukan hanya kerja kepala desa, dan satu dua orang tetapi semua prestasi yang dicapai adalah hasil kerja keras seluruh warga duarato, ungkap Goris.
Ditanya mengenai hambatan selama memimpin goris mengaku bahwa kendala pertama yang dihadapi yakni terbatasnya perangkat desa yang bisa mengoperasikan komputer sehingga mereka harus dipaksa berlatih, dan pada akhirnya hampir semua perangkat desa sudah mahir menggunakan komputer. Sementara kendala lain yang menurutnya sudah diatasi yakni kantor desa, masalah air bersih diakhir masa kepemimpinan saya semua sudah dapat diselesaikan.
Goris berpesan saya cukup puas dengan capaian saya sesuai misi yang saya emban. Tuhan dan Leluhur merestui perjuangan saya, mendampingi dan mengilhami saya sehingga saya bisa menjalankan tugas sebagai kepala desa selama enam tahun dan hari ini sudah berakhir, terimakasih untuk semua warga,kepada pemerintah supra desa, kepada sekdes dan semua perangkat desa, lembaga kemasayarakatan BPD, LPM dan kepada semua yang sudah mendukung saya selama ini. Tuhan memberkati kita semua, Pungkasnya.

Foto dan Liputan : S.L.Eduardus

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan